Jika dengan tidak bersama membuat kita sama-sama bahagia, lantas mengapa selama ini kita memaksa diri untuk terus bersatu.
Ini bukan keputusanku, bukan pula keputusanmu. Ini keputusan kita berdua. Selama ini kita melihat banyak masalah datang menghadang. Kali ini kita sama-sama ingin masalah itu hilang. Berhasil. Masalah-masalah yang dulu pernah menyergap kini tidak lagi membekap. Masalah-masalah itu terlihat tidak berbekas saat kita saling lepas. Tidak lagi ada pertengkaran, Tidak lagi ada percekcokan. Yang aku tahu, sekarang kamu lebih bahagia, tanpa aku.
Saat kamu bertanya apakah aku sudah benar-benar melupakanmu, rasanya aku ingin mendekat ke telingamu lantas menjeritkan kata "belum" dengan begitu keras. Kamu sendiri tahu bahwa seseorang sepertiku sangat sulit melupakan orang yang sudah terlanjur di cintai. Lantas waktu itu, dengan gamblangnya kamu bertanya hal demikian. Harusnya kamu tahu apa jawabanku. Harusnya kamu tahu perasaanku. Harusnya kamu mencegahku untuk pergi. Terlambat. Meskipun aku berkata aku belum berhasil melupakanmu, kini aku sedang berusaha keras untuk meninggalkanmu. Aku, yang lagi-lagi terluka, harus kembali tertatih melupakan orang terkasih.