Aku tidak tahu pasti apa yang mendorongku malam ini untuk membuka blog, dan menulis sebuah postingan, tentunya tertuju untukmu, seseorang yang sekarang tak 'ku tahu kabarnya, :')
Kamu tahu, malam ini kakak sepupumu menelfonku. Aku senang ? tentu saja. setidaknya kakakmu adalah satu-satunya orang di keluargamu yang masih mengingatku hingga sekarang ini, bahkan rela bertelfon lama-lama denganku karena katanya dia 'merindukan kecerewetanku'. Tidak masalah, aku senang dengan hal itu. aku senang kakakmu menganggapku cerewet, karena aku pikir aku bukanlah orang yang seperti itu.
Di tengah obrolan kami, sekelebat harapan menerjang pikiranku. HARUSNYA ORANG DI SEBERANG YANG MENELFONKU ADALAH KAMU ! Atau setidaknya aku berharap, kamu akan merebut ponsel kakakmu untuk berbicara denganku. Tapi yang ini mustahil, karena kakakmu sedang di Jakarta sedang kamu berada di dalam singgasana tercintamu.