Selasa, 12 Maret 2013

Aku Mengharap Kehadiranmu

Aku tidak tahu pasti apa yang mendorongku malam ini untuk membuka blog, dan menulis sebuah postingan, tentunya tertuju untukmu, seseorang yang sekarang tak 'ku tahu kabarnya, :')
Kamu tahu, malam ini kakak sepupumu menelfonku. Aku senang ? tentu saja. setidaknya kakakmu adalah satu-satunya orang di keluargamu yang masih mengingatku hingga sekarang ini, bahkan rela bertelfon lama-lama denganku karena katanya dia 'merindukan kecerewetanku'. Tidak masalah, aku senang dengan hal itu. aku senang kakakmu menganggapku cerewet, karena aku pikir aku bukanlah orang yang seperti itu.
Di tengah obrolan kami, sekelebat harapan menerjang pikiranku. HARUSNYA ORANG DI SEBERANG YANG MENELFONKU ADALAH KAMU ! Atau setidaknya aku berharap, kamu akan merebut ponsel kakakmu untuk berbicara denganku. Tapi yang ini mustahil, karena kakakmu sedang di Jakarta sedang kamu berada di dalam singgasana tercintamu.

Aku tidak merasa menyesal sama sekali karena faktanya kakakmu-lah yang mempedulikanku, tapi 'andai' saja itu kamu, aku akan merasa lebih gembira. Entah mungkin malam ini aku bisa tertidur lelap atau tidak. Entah besok aku akan sering melamun seperti hari-hari biasaku sejak berpisah denganmu atau tidak.
Kamu, kakak sepupumu, adekmu, kalian semua sama aja. selalu bisa membuatku tertawa, walaupun bahan becandaan kalian itu adalah aku. Tapi aku senang, karena hanya keluarga kalianlah yang mampu membuatku merasa seperti itu. Sama sekali tidak ada dendam yang terselip saat kalian menjadikanku sebagai objek guyonan. Aku justru merasa riang, amat riang akan hal itu, :')
Ya, aku rindu masa lalu. Aku sangat merindukan saat kita hanya berdua. tidak ada orang lain, serasa kita berdua-lah penguasa dunia. Aku menatapmu, kamu menatapku. Kita tertawa bersama bahkan untuk suatu hal yang tidak terasa lucu sama sekali.
Itulah istimewanya dirimu. aku mencintaimu untuk satu alasan, yaitu KENYAMANAN yang tidak aku dapatkan dalam diri orang lain.
Bahkan kamu tahu, tadi aku sempat bilang pada kakakmu kalau aku masih sangat mencintaimu. Aku bilang padanya kalau aku akan setia menunggumu, bahkan kesakitan yang aku dera selama ini tidak akan aku anggap ada, demi cintaku padamu, :')
Aku berharap suatu saat kamu benar-benar akan datang padaku. Meyakinkanku, juga pada semua orang bahwa cinta sejati dan cinta pertama itu benar adanya. Meyakinkanku bahwa penantian panjang yang aku jalani selama ini tidak sia-sia.
Selama ini aku rela menangis kesepian, merintih kesakitan, juga menahan kepedihan untuk dirimu, untuk cinta yang sudah kuperjuangkan sejauh ini. Aku yakin, pengorbananku akan membawa hasil sesuai keinginanku atau bahkan lebih indah dari itu.
Aku harap, suatu hari, suatu pagi, suatu siang, suatu sore, juga suatu malam, namamu tertera di layar handphoneku. Entah itu karena SMS atau lebih-lebih karena kamu menelfonku. Aku akan menunggu hingga saat itu tiba, :")