Selasa, 08 November 2022

Sesal

 Tiga kali aku menolak, tidak pernah terpikir sekalipun bahwa aku akan sampai di titik sekarang.

Apakah ini sesal? Apakah ini keinginan yang terlambat untuk mengenalmu lebih jauh? Entahlah. Rasanya semua semakin buram. Kamu yang sebenarnya tidak pernah datang, kini benar-benar lenyap dan menghilang. Mungkin tak akan ada lagi kesempatan.

Sesal? Itukah yang aku rasakan sekarang? Mungkin.

Tiga kali, dan tidak pernah sedikit pun aku tidak ingin mengenalmu. Ingin sekali rasanya untuk sekadar berkata, "hi". Namun, ada banyak alasan mengapa aku ragu untuk melakukannya hingga akhirnya menolak untuk berkata demikian kepadamu.

Masih adakah kesempatan untuk menyapamu? Mari kita lihat. Yang jelas, beberapa kali kamu berhasil menerobos masuk ke dalam mimpiku. Mengapa bisa? Padahal tidak pernah kita bertemu.

Baik, mari kita lihat ke mana semua ini akan membawa kita.

Sekian dariku.